CookpadCookpad
Tamu
Daftar atau Masuk
Simpan dan tulis resep, kirim Cooksnap, dan lainnya
  • Cari
  • Premium
    • Jajaran Resep Unggulan
    • Menu Mingguan Premium
    • Paling Banyak Dilihat
  • Premium
  • Posting Bareng
  • FAQ
  • Kirim Saran
  • Negara
  • Koleksi Resep
Koleksi Resep
Untuk mulai membuat koleksi resep, silakan daftar atau masuk.
Sayur Labu Siam (JANGAN JIPANG)
Simpan resep ini untuk dapat dilihat lagi nanti.
  • Kirim Cooksnap
  • Tambahkan ke folder
  • Cetak
  • Bagikan
    • Disalin!
    • Email
    • Facebook
    • Pin gambar
    • X
  • Laporkan Resep
  • Lihat Detail Statistik
  • Edit resep
  • Hapus
CookpadCookpad
Foto resep Sayur Labu Siam (JANGAN JIPANG)

Sayur Labu Siam (JANGAN JIPANG)

Dama Yanty
Dama Yanty @Dama_858808
Samarinda-KALTIM

Labu siam (Sechium edule) bukanlah sayuran asing bagi sebagian besar penduduk Indonesia. Labu siam dikenal dengan beberapa nama, di antaranya : labu jipang (Jawa Tengah), manisa (Jawa Timur), lèjèt (Sunda) serta waluh siam (Jawa Barat). Di dunia internasional, sayuran ini dikenal dengan nama “CHAYOTE”. Dalam bahasa Jawa, kata “Jangan” berarti sayur. Jadi, jangan jipang = sayur labu siam.
Labu siam merupakan sayuran yang tumbuh dari tanaman tropis, dan banyak dijual di pasar-pasar tradisional di Indonesia. Harganya murah dan dapat diolah menjadi makanan lezat yang menyehatkan, salah satunya adalah “Jangan Jipang” atau lebih dikenal dengan “Sayur Labu Siam”. Sayur labu siam setelah diolah akan memiliki tekstur yang lembut, basah dan crispy. Menjadikannya sangat mudah digigit dan dicerna, sehingga siapapun dapat mengkonsumsinya.
Olahan labu siam ini cocok dimakan sebagai sarapan, dan bisa dipadukan bersama lontong/ketupat dan krupuk sebagai pendampingnya juga akan terasa lebih nikmat. Sayuran ini merupakan menu pendamping dalam kuliner : Nasi liwet - Solo, Lontong sayur – Pekalongan, maupun Sego ayam Semarang. Tetapi masing-masing memiliki sedikit perbedaan, yaitu : pada hidangan Solo berkuah encer dengan bumbu soft dan segar, jika di menu Semarangan berkuah kental dengan bumbu cenderung gurih manis.
Orang Indonesia mengenalnya sebagai labu siam karena tumbuhan ini didatangkan dari Thailand (Siam waktu dulu) oleh orang Belanda. Bagi orang yang tidak menyukai sayuran hijau karena terkadang beberapa diantaranya memiliki rasa sedikit pahit dilidah, maka dapat mencoba sayuran ini karena labu siam ini tidak terasa pahit.
TIPS : untuk mengurangi getah pada jipang maka remas-remas potongan jipang dengan garam sampai lemas, cuci bersih. Ulang lagi remas dengan garam jika masih kaku, cuci sampai bersih.
Ibu hamil yang rentan mengalami hipertensi sangat dianjurkan untuk mengonsumsi labu siam ini, agar tekanan darahnya lebih seimbang dan stabil. Labu siam bagus dikonsumsi oleh penderita asam urat, karena mempunyai efek melancarkan buang air kecil. Labu siam yang direbus juga baik bagi penderita diabetes dan aman, karena kandungan patinya rendah serta mengenyangkan. Dengan segudang manfaat dari labu siam, jadi tidak perlu ragu untuk segera mengonsumsi sayuran super ini ya kan???

Labu siam (Sechium edule) bukanlah sayuran asing bagi sebagian besar penduduk Indonesia. Labu siam dikenal dengan beberapa nama, di antaranya : labu jipang (Jawa Tengah), manisa (Jawa Timur), lèjèt (Sunda) serta waluh siam (Jawa Barat). Di dunia internasional, sayuran ini dikenal dengan nama “CHAYOTE”. Dalam bahasa Jawa, kata “Jangan” berarti sayur. Jadi, jangan jipang = sayur labu siam.
Labu siam merupakan sayuran yang tumbuh dari tanaman tropis, dan banyak dijual di pasar-pasar tradisional di Indonesia. Harganya murah dan dapat diolah menjadi makanan lezat yang menyehatkan, salah satunya adalah “Jangan Jipang” atau lebih dikenal dengan “Sayur Labu Siam”. Sayur labu siam setelah diolah akan memiliki tekstur yang lembut, basah dan crispy. Menjadikannya sangat mudah digigit dan dicerna, sehingga siapapun dapat mengkonsumsinya.
Olahan labu siam ini cocok dimakan sebagai sarapan, dan bisa dipadukan bersama lontong/ketupat dan krupuk sebagai pendampingnya juga akan terasa lebih nikmat. Sayuran ini merupakan menu pendamping dalam kuliner : Nasi liwet - Solo, Lontong sayur – Pekalongan, maupun Sego ayam Semarang. Tetapi masing-masing memiliki sedikit perbedaan, yaitu : pada hidangan Solo berkuah encer dengan bumbu soft dan segar, jika di menu Semarangan berkuah kental dengan bumbu cenderung gurih manis.
Orang Indonesia mengenalnya sebagai labu siam karena tumbuhan ini didatangkan dari Thailand (Siam waktu dulu) oleh orang Belanda. Bagi orang yang tidak menyukai sayuran hijau karena terkadang beberapa diantaranya memiliki rasa sedikit pahit dilidah, maka dapat mencoba sayuran ini karena labu siam ini tidak terasa pahit.
TIPS : untuk mengurangi getah pada jipang maka remas-remas potongan jipang dengan garam sampai lemas, cuci bersih. Ulang lagi remas dengan garam jika masih kaku, cuci sampai bersih.
Ibu hamil yang rentan mengalami hipertensi sangat dianjurkan untuk mengonsumsi labu siam ini, agar tekanan darahnya lebih seimbang dan stabil. Labu siam bagus dikonsumsi oleh penderita asam urat, karena mempunyai efek melancarkan buang air kecil. Labu siam yang direbus juga baik bagi penderita diabetes dan aman, karena kandungan patinya rendah serta mengenyangkan. Dengan segudang manfaat dari labu siam, jadi tidak perlu ragu untuk segera mengonsumsi sayuran super ini ya kan???

Lebih banyak

Sayur Labu Siam (JANGAN JIPANG)

Dama Yanty
Dama Yanty @Dama_858808
Samarinda-KALTIM

Labu siam (Sechium edule) bukanlah sayuran asing bagi sebagian besar penduduk Indonesia. Labu siam dikenal dengan beberapa nama, di antaranya : labu jipang (Jawa Tengah), manisa (Jawa Timur), lèjèt (Sunda) serta waluh siam (Jawa Barat). Di dunia internasional, sayuran ini dikenal dengan nama “CHAYOTE”. Dalam bahasa Jawa, kata “Jangan” berarti sayur. Jadi, jangan jipang = sayur labu siam.
Labu siam merupakan sayuran yang tumbuh dari tanaman tropis, dan banyak dijual di pasar-pasar tradisional di Indonesia. Harganya murah dan dapat diolah menjadi makanan lezat yang menyehatkan, salah satunya adalah “Jangan Jipang” atau lebih dikenal dengan “Sayur Labu Siam”. Sayur labu siam setelah diolah akan memiliki tekstur yang lembut, basah dan crispy. Menjadikannya sangat mudah digigit dan dicerna, sehingga siapapun dapat mengkonsumsinya.
Olahan labu siam ini cocok dimakan sebagai sarapan, dan bisa dipadukan bersama lontong/ketupat dan krupuk sebagai pendampingnya juga akan terasa lebih nikmat. Sayuran ini merupakan menu pendamping dalam kuliner : Nasi liwet - Solo, Lontong sayur – Pekalongan, maupun Sego ayam Semarang. Tetapi masing-masing memiliki sedikit perbedaan, yaitu : pada hidangan Solo berkuah encer dengan bumbu soft dan segar, jika di menu Semarangan berkuah kental dengan bumbu cenderung gurih manis.
Orang Indonesia mengenalnya sebagai labu siam karena tumbuhan ini didatangkan dari Thailand (Siam waktu dulu) oleh orang Belanda. Bagi orang yang tidak menyukai sayuran hijau karena terkadang beberapa diantaranya memiliki rasa sedikit pahit dilidah, maka dapat mencoba sayuran ini karena labu siam ini tidak terasa pahit.
TIPS : untuk mengurangi getah pada jipang maka remas-remas potongan jipang dengan garam sampai lemas, cuci bersih. Ulang lagi remas dengan garam jika masih kaku, cuci sampai bersih.
Ibu hamil yang rentan mengalami hipertensi sangat dianjurkan untuk mengonsumsi labu siam ini, agar tekanan darahnya lebih seimbang dan stabil. Labu siam bagus dikonsumsi oleh penderita asam urat, karena mempunyai efek melancarkan buang air kecil. Labu siam yang direbus juga baik bagi penderita diabetes dan aman, karena kandungan patinya rendah serta mengenyangkan. Dengan segudang manfaat dari labu siam, jadi tidak perlu ragu untuk segera mengonsumsi sayuran super ini ya kan???

Labu siam (Sechium edule) bukanlah sayuran asing bagi sebagian besar penduduk Indonesia. Labu siam dikenal dengan beberapa nama, di antaranya : labu jipang (Jawa Tengah), manisa (Jawa Timur), lèjèt (Sunda) serta waluh siam (Jawa Barat). Di dunia internasional, sayuran ini dikenal dengan nama “CHAYOTE”. Dalam bahasa Jawa, kata “Jangan” berarti sayur. Jadi, jangan jipang = sayur labu siam.
Labu siam merupakan sayuran yang tumbuh dari tanaman tropis, dan banyak dijual di pasar-pasar tradisional di Indonesia. Harganya murah dan dapat diolah menjadi makanan lezat yang menyehatkan, salah satunya adalah “Jangan Jipang” atau lebih dikenal dengan “Sayur Labu Siam”. Sayur labu siam setelah diolah akan memiliki tekstur yang lembut, basah dan crispy. Menjadikannya sangat mudah digigit dan dicerna, sehingga siapapun dapat mengkonsumsinya.
Olahan labu siam ini cocok dimakan sebagai sarapan, dan bisa dipadukan bersama lontong/ketupat dan krupuk sebagai pendampingnya juga akan terasa lebih nikmat. Sayuran ini merupakan menu pendamping dalam kuliner : Nasi liwet - Solo, Lontong sayur – Pekalongan, maupun Sego ayam Semarang. Tetapi masing-masing memiliki sedikit perbedaan, yaitu : pada hidangan Solo berkuah encer dengan bumbu soft dan segar, jika di menu Semarangan berkuah kental dengan bumbu cenderung gurih manis.
Orang Indonesia mengenalnya sebagai labu siam karena tumbuhan ini didatangkan dari Thailand (Siam waktu dulu) oleh orang Belanda. Bagi orang yang tidak menyukai sayuran hijau karena terkadang beberapa diantaranya memiliki rasa sedikit pahit dilidah, maka dapat mencoba sayuran ini karena labu siam ini tidak terasa pahit.
TIPS : untuk mengurangi getah pada jipang maka remas-remas potongan jipang dengan garam sampai lemas, cuci bersih. Ulang lagi remas dengan garam jika masih kaku, cuci sampai bersih.
Ibu hamil yang rentan mengalami hipertensi sangat dianjurkan untuk mengonsumsi labu siam ini, agar tekanan darahnya lebih seimbang dan stabil. Labu siam bagus dikonsumsi oleh penderita asam urat, karena mempunyai efek melancarkan buang air kecil. Labu siam yang direbus juga baik bagi penderita diabetes dan aman, karena kandungan patinya rendah serta mengenyangkan. Dengan segudang manfaat dari labu siam, jadi tidak perlu ragu untuk segera mengonsumsi sayuran super ini ya kan???

Lebih banyak
Tersimpan
Simpan resep ini untuk dapat dilihat lagi nanti.
Edit resep
Lihat Detail Statistik
Tambahkan ke folder
Kirim CooksnapKirim Cooksnap
BagikanBagikan
  • Disalin!
  • Email
  • Facebook
  • Pin gambar
  • X
CetakCetak
  • CetakCetak
  • Kirim CooksnapKirim Cooksnap
  • Laporkan Resep
  • Lihat Detail Statistik
  • Hapus
Bagikan
  • Disalin!
  • Email
  • Facebook
  • Pin gambar
  • X
Simpan resep ini untuk dapat dilihat lagi nanti.
  • Kirim Cooksnap
  • Tambahkan ke folder
  • Cetak
  • Laporkan Resep
  • Lihat Detail Statistik
  • Edit resep
  • Hapus

Bahan-bahan

20 menit
5 porsi
  1. 550 grlabu siam (2 buah), potong seperti batang korek api
  2. 75 grebi/rebon
  3. 4 bhcabai merah besar, potong serong
  4. 2 bhcabai hijau, iris serong
  5. 1 bhtomat, potong-potong
  6. 4 lbrdaun salam
  7. 4 cmlengkuas, memarkan
  8. 1 ltrsantan (dari ½ butir kelapa)
  9. 2 sdmgula merah
  10. 2 sdtgaram
  11. 1/2 sdtkaldu bubuk (rasa ayam)
  12. 1/4 sdtmerica bubuk
  13. 1 sdmkecap manis
  14. 3 sdmminyak, untuk menumis
  15. BUMBU HALUS
  16. 10 btrbawang merah
  17. 6 siungbawang putih
  18. 1 cmkencur
  19. 7 bhcabai rawit
  20. 2 mata asamJawa
  21. 1/2 sdtterasi
Cookpad Buka di Aplikasi
Tersimpan
Simpan resep ini untuk dapat dilihat lagi nanti.

Cara Membuat

20 menit
  1. 1

    Tumis bumbu halus bersama daun salam dan lengkuas hingga harum.

    Foto langkah ke 1 dari resep Sayur Labu Siam (JANGAN JIPANG).
  2. 2

    Masukkan potongan labu, masak hingga setengah matang. Beri cabai hijau, cabai merah dan tomat.

    Foto langkah ke 2 dari resep Sayur Labu Siam (JANGAN JIPANG).
  3. 3

    Tuangi santan sedikit demi sedikit sambil diaduk perlahan agar santan tidak pecah. Tambahkan gula merah, kaldu bubuk, kecap manis dan merica bubuk.

    Foto langkah ke 3 dari resep Sayur Labu Siam (JANGAN JIPANG).
  4. 4

    Setelah mendidih, masukkan garam dan ebi/rebon. Cicipi rasanya, matikan api.

    Foto langkah ke 4 dari resep Sayur Labu Siam (JANGAN JIPANG).
  5. 5

    Sayur siap disajikan sesuai selera.

    Foto langkah ke 5 dari resep Sayur Labu Siam (JANGAN JIPANG).
Tersimpan
Simpan resep ini untuk dapat dilihat lagi nanti.
Edit resep
Lihat Detail Statistik
Tambahkan ke folder
Kirim CooksnapKirim Cooksnap
BagikanBagikan
  • Disalin!
  • Email
  • Facebook
  • Pin gambar
  • X
CetakCetak
  • CetakCetak
  • Kirim CooksnapKirim Cooksnap
  • Laporkan Resep
  • Lihat Detail Statistik
  • Hapus

Cooksnap

Tersimpan
Simpan resep ini untuk dapat dilihat lagi nanti.
  • Kirim Cooksnap
  • Tambahkan ke folder
  • Cetak
  • Bagikan
    • Disalin!
    • Email
    • Facebook
    • Pin gambar
    • X
  • Laporkan Resep
  • Lihat Detail Statistik
  • Edit resep
  • Hapus

Disalin!

Dama Yanty
Dama Yanty @Dama_858808
pada 29 September 2015 04.15
Samarinda-KALTIM
One of my dreams...mendokumentasikan resep2 kuliner Nusantara dan mencoba kuliner dunia (klo nunggu keliling dunia, lum tw kpn bsa terlaksana HEHEHE) coz di Indonesia ja msih bnyak yg lum dkunjungi.Hanya seorang pemula dlm memasak, jdi dtunggu kritik & sarannya y...^_^
Lebih banyak

Komentar

Tamu
Beri komentar
0/0

Resep Serupa

Rekomendasi Resep Lainnya

  1. Mie Glosor Goreng Tempe
  2. Ceker Mercon
  3. Jus Melon
  4. Bolen Pisang Keju Coklat
  5. Es Timun Jeruk Nipis
  1. Bolu Pandan Panggang
  2. Pisang bolen...berasa kek ada puff pastry didalamnya.
  3. Kering Kentang Renyah Tanpa Kapur Sirih
  4. Spaghetti Saus Carbonara
  5. Tim Kerapu ala Hongkong
  1. kurma cokelat keju
  2. Rolade Roti Tawar Gandum Isi Suka2
  3. oatmeal cinnamon cookies
  4. Sapi Lada Hitam Mangga Muda
https://cookpad.wasmer.app/id/resep/294166
Cookpad Buka di Aplikasi

Tentang Kami

Misi kami di Cookpad adalah untuk membuat masak sehari-hari makin menyenangkan, karena kami percaya bahwa memasak adalah kunci menuju kehidupan yang lebih bahagia dan lebih sehat bagi manusia, komunitas, dan bumi. Kami mendukung koki rumahan di seluruh dunia untuk membantu satu sama lain dengan berbagi resep dan pengalaman memasak.

Langganan Premium untuk menikmati fitur & manfaat eksklusif!

Komunitas Cookpad

🇺🇸 United States 🇬🇧 United Kingdom 🇪🇸 España 🇦🇷 Argentina 🇺🇾 Uruguay 🇲🇽 México 🇨🇱 Chile 🇻🇳 Việt Nam 🇹🇭 ไทย 🇮🇩 Indonesia 🇫🇷 France 🇸🇦 السعودية 🇹🇼 臺灣 🇮🇹 Italia 🇮🇷 ایران 🇮🇳 India 🇭🇺 Magyarország 🇳🇬 Nigeria 🇬🇷 Ελλάδα 🇲🇾 Malaysia 🇵🇹 Portugal 🇺🇦 Україна 🇯🇵 日本 Lihat Semua

Selengkapnya

Cookpad Premium Karir Kirim Saran Blog Ketentuan Pemakaian Panduan Komunitas Cookpad Kebijakan Privasi FAQ

Unduh aplikasi kami

Buka Aplikasi Cookpad di Google Play Buka Aplikasi Cookpad di App Store
Copyright © Cookpad Inc.
close