Ayam Lodho

Ayam Lodho adalah masakan khas dari daerah Tulungagung & Trenggalek.
Menu ini banyak penggemarnya. Rasanya sedap... Pedas bercampur gurih.
Biasanya menggunakan ayam kampung. Tapi kalau tak ada ayam kampung, pakai ayam broiler ataupun pejantan juga tak apa. Jangan abaikan proses memanggang/ membakar ayam, sebelum mencampurnya dengan bumbu karena bau sangit bakaran ayam akan menambah kesedapannya.
Saat ini, kalau aku bakarnya di atas wajan, aku letakkan kulit bawang putih,yang sudah dicuci,di sekitar ayamnya supaya baunya lebih sangit sedap.
Hal lain yang sangat berpengaruh pada rasanya adalah kekentalan santan pada kuahnya, banyakkan cabe rawit dan sedikit saja gunakan cabe merah besar. Bila kita gunakan cabe merah lebih, rasanya akan jadi mirip ayam bumbu rujak.
Oh ya, jangan skip jinten ya.. itu sangat berpengaruh pada rasa khasnya. Dan gula sedikit aja.
Menurutku, rasa terbaik adalah bila dimakan beberapa jam (3 jam atau lebih) setelah jadi, karena bumbu telah meresap dengan baik.
Resep ini dibuat dengan tingkat pedas sedang. Kalau teman teman ingin lebih pedas, silakan tambah cabe rawitnya ya..
Ayam Lodho
Ayam Lodho adalah masakan khas dari daerah Tulungagung & Trenggalek.
Menu ini banyak penggemarnya. Rasanya sedap... Pedas bercampur gurih.
Biasanya menggunakan ayam kampung. Tapi kalau tak ada ayam kampung, pakai ayam broiler ataupun pejantan juga tak apa. Jangan abaikan proses memanggang/ membakar ayam, sebelum mencampurnya dengan bumbu karena bau sangit bakaran ayam akan menambah kesedapannya.
Saat ini, kalau aku bakarnya di atas wajan, aku letakkan kulit bawang putih,yang sudah dicuci,di sekitar ayamnya supaya baunya lebih sangit sedap.
Hal lain yang sangat berpengaruh pada rasanya adalah kekentalan santan pada kuahnya, banyakkan cabe rawit dan sedikit saja gunakan cabe merah besar. Bila kita gunakan cabe merah lebih, rasanya akan jadi mirip ayam bumbu rujak.
Oh ya, jangan skip jinten ya.. itu sangat berpengaruh pada rasa khasnya. Dan gula sedikit aja.
Menurutku, rasa terbaik adalah bila dimakan beberapa jam (3 jam atau lebih) setelah jadi, karena bumbu telah meresap dengan baik.
Resep ini dibuat dengan tingkat pedas sedang. Kalau teman teman ingin lebih pedas, silakan tambah cabe rawitnya ya..
Cara Membuat
- 1
Bersihkan ayam, potong sesuai keinginan. Boleh belah dada kemudian dibentangkan, bisa juga potong jadi 4 atau sesukanya. Bila ceker digunakan, jangan lupa potong ujung jarinya agar kuku terbuang. Bila ingin dibentangkan utuh, buang brutu separo saja agar bagian tulang belakang tak mudah terbelah saat dimasak.
- 2
Potong jeruk nipis, peras airnya di atas ayam & lumurkan airnya ke seluruh bagian tubuh ayam. Diamkan 15 menit.
- 3
Sementara itu, siapkan tempat pembakaran (aku di wajan Teflon), lumuri sedikit minyak goreng agar tak mudah lengket. Letakkan beberapa kulit bawang putih yang sudah dicuci agar baunya sangit sedap. Bakar ayam dengan api sedang. Bakar hingga muncul tanda bakar kehitaman dan muncul bau sedikit sangit/ gosong. Bakar di atas api langsung/ arang akan lebih baik karena aroma yang dihasilkan lebih sangit.
Untuk hati, tak perlu dibakar, agar tak hancur karena terlalu matang. - 4
Siapkan wadah untuk tempat memasak. Bila model ayam membentang, gunakan wajan cekung (wok). Bila model dipotong potong, bisa pakai wajan atau panci.
- 5
Masukkan ke dalam wadah no 4, bumbu halus dan sedikit minyak goreng untuk menumis. Tumis bumbu halus hingga layu. Masukkan bumbu cemplung, kemudian masukkan ayam, hati, air & santan encer. Aduk perlahan hingga rata. Rebus terus dengan api sedang hingga ayam empuk & air berkurang.
- 6
Masukkan gula putih, gula merah, garam, aduk perlahan & rata. Terus rebus hingga hampir kesat, tuangkan santan kental, aduk rata hingga mendidih kembali dan cairan berkurang, sesaat kemudian matikan. Punyaku kuahnya aku biarin agak banyak karena anak anakku suka banyak kuah di nasinya.
- 7
Sajikan dengan meletakkan sebagian bumbu dan cabe rawit utuh di atasnya. Biasanya nikmat dipadukan dengan Urap Sayur, Timun & Sambal Terasi.
Kata kunci
Resep Serupa
Rekomendasi Resep Lainnya




Komentar