Steak #DiRumahAja

Masak steak ini gampang gampang susah. Kuncinya ada di Maillard reaction yang membutuhkan suhu panas tak kurang dari 140 C saat steak menyentuh permukaan pan.
Kesalahan klasik yang terjadi biasanya adalah ketika memasak steak dalam kondisi basah. Yang terjadi kemudian adalah steaknya kematengan dan hilang rasa khas steak karena Malliard Reaction ini tidak terjadi sempurna.
Untuk daging steak juga sangat menentukan hasil; sebaiknya menggunakan sirloin (has luar), tenderloin (has dalam) atau ribeye. Prinsipnya, bagian yang jarang bergerak akan semakin empuk untuk dimasak jadi steak.
Jangan menggunakan daerah sengkel/paha yang biasa digunakan untuk Rendang; karena bakalan alot 🙈
(foto-foto proses menyusul segera ditambahkan, cek kembali resep ini secara berkala ya)
Steak #DiRumahAja
Masak steak ini gampang gampang susah. Kuncinya ada di Maillard reaction yang membutuhkan suhu panas tak kurang dari 140 C saat steak menyentuh permukaan pan.
Kesalahan klasik yang terjadi biasanya adalah ketika memasak steak dalam kondisi basah. Yang terjadi kemudian adalah steaknya kematengan dan hilang rasa khas steak karena Malliard Reaction ini tidak terjadi sempurna.
Untuk daging steak juga sangat menentukan hasil; sebaiknya menggunakan sirloin (has luar), tenderloin (has dalam) atau ribeye. Prinsipnya, bagian yang jarang bergerak akan semakin empuk untuk dimasak jadi steak.
Jangan menggunakan daerah sengkel/paha yang biasa digunakan untuk Rendang; karena bakalan alot 🙈
(foto-foto proses menyusul segera ditambahkan, cek kembali resep ini secara berkala ya)
Cara Membuat
- 1
Pastikan bahwa daging steak dalam suhu ruang. Jangan sekali-kali memasak daging dalam kondisi frozen. Kalau memang dari freezer, sebaiknya pindahkan ke bagian chiller sejak semalam sebelumnya.
Alternatif lainnya adalah jika masih dalam kemasan plastik vacuum, bisa diletakkan dibawah air mengalir hingga tidak lagi beku.
- 2
Tuangkan minyak dalam pan, ratakan dan nyalakan api.
- 3
Keringkan steak dengan kitchen towel. Sebisa mungkin hilangkan air dari kedua permukaan steak.
- 4
Masukkan steak dalam pan setelah minyak mulai berasap. Ini adalah indikasi bahwa panasnya sudah cukup untuk kita mulai memasak.
Wajan tebal akan lebih banyak menyimpan energi panas sehingga tidak terlalu terpengaruh oleh suhu daging yang dimasak, sedangkan wajan tipis tidak banyak menyimpan energi sehingga suhu akan turun ketika steak mulai dimasak.
Jadi jika memakai wajan teflon -- semakin tipis pancinya, maka sebaiknya semakin besar api yang digunakan untuk mengkompensasi suhu yang turun.
- 5
Taburi garam hingga rata sesaat setelah steak dimasukkan di pan.
- 6
Untuk steak ukuran tebal 1,5 cm kita hanya butuh kira-kira 40 detik saja untuk dapetin hasil medium rare tiap sisinya. Kalau mau hasilnya medium 50 detik.
Bisa diikuti tabel berikut ini untuk lebih detil -- karena sangat tergantung dengan tebalnya daging. - 7
Setelah dibalik, kembali taburi dengan garam di sisi sebaliknya
- 8
Kira-kira di 10-20 detik terakhir, masukkan butter, garlic & rosemary dan lumuri seluruh permukaan steak dengan butter yang sudah meleleh. Proses yang lazim disebut "basting" ini mentransfer flavor dari garlic & rosemary ke seluruh permukaan steak.
- 9
Angkat dari pan dan jangan langsung diiris. Biarkan dulu selama paling tidak 5 menit karena proses masak masih berlangsung. Ini namanya proses "resting" atau terjemahan bebasnya "beristirahat santuy".
- 10
Sembari menunggu steak resting, kita gunakan sisa butter untuk memasak sayurannya di pan. Mulai dengan kentang yang sudah direbus tadi sehingga kecoklatan kira-kira 2 menit
- 11
Lalu masukkan berturut-turut paprika, jagung dan jamur. dan brokoli. Tambahkan garam dan lada hitam secukupnya.
- 12
Iris steak yang sudah selesai resting tadi, dan taburi lada hitam. Sebaiknya menggunakan pepper grinder sehingga aromanya masih fresh (bukan dengan yang sudah halus)
- 13
Sajikan steak bersama side dish sayurannya :)
Kata kunci
Resep Serupa
Rekomendasi Resep Lainnya





















Komentar (20)