Timlo Solo

Actually, saya gak terlalu suka masak yang banyak bahannya kayak gini. 😭
Tapi, demi suami tercintah (eeaaa) repot dikit gapapalah. 🤭
Supaya lelahnya jadi lillah, jangan lupa diniatkan untuk beribadah. Pahalanya dapat, makan enak dapat, sayangnya suami juga dapat. 😍🙈
Timlo merupakan hidangan khas Solo yang paling saya suka. Setiap kali suami ngajakin makan di warung khas Solo, saya seringnya pesan timlo. Why? Kuahnya segar, isiannya penuh, dan banyak sayurnya. 🤤
Hidangan ini lebih ke gurih dibandingkan manis, berbeda dari hidangan khas solo lainnya. Kenapa berbeda? Karena asalnya timlo merupakan hidangan khas tionghoa yang diperkenalkan oleh para pedangang Cina saat itu. Dulu, timlo bernama kimlo dan mayoritas tidak halal karena mengandung daging babi. Seiring dikenalnya makanan ini, masyarakat membuat perubahan komposisi dengan menggunakan ayam dan telur sehingga dapat dikonsumsi lebih luas oleh masyarakat muslim.
Resep diadaptasi dari Kak @rubini_19097376. Yang mau resep aslinya, bisa klik dari galeri cooksnap saya ya. 😍
This is how I made it and what you'll need if you decide to recook it. 😉
#GenerasiAprontis
#GATAWeek23
#BarapiManjuhu
#Kalteng202330
#CookpadCommunity_Borneo
#CookpadCommunity_Kalteng
#CookpadCommunity_PalangkaRaya
Timlo Solo
Actually, saya gak terlalu suka masak yang banyak bahannya kayak gini. 😭
Tapi, demi suami tercintah (eeaaa) repot dikit gapapalah. 🤭
Supaya lelahnya jadi lillah, jangan lupa diniatkan untuk beribadah. Pahalanya dapat, makan enak dapat, sayangnya suami juga dapat. 😍🙈
Timlo merupakan hidangan khas Solo yang paling saya suka. Setiap kali suami ngajakin makan di warung khas Solo, saya seringnya pesan timlo. Why? Kuahnya segar, isiannya penuh, dan banyak sayurnya. 🤤
Hidangan ini lebih ke gurih dibandingkan manis, berbeda dari hidangan khas solo lainnya. Kenapa berbeda? Karena asalnya timlo merupakan hidangan khas tionghoa yang diperkenalkan oleh para pedangang Cina saat itu. Dulu, timlo bernama kimlo dan mayoritas tidak halal karena mengandung daging babi. Seiring dikenalnya makanan ini, masyarakat membuat perubahan komposisi dengan menggunakan ayam dan telur sehingga dapat dikonsumsi lebih luas oleh masyarakat muslim.
Resep diadaptasi dari Kak @rubini_19097376. Yang mau resep aslinya, bisa klik dari galeri cooksnap saya ya. 😍
This is how I made it and what you'll need if you decide to recook it. 😉
#GenerasiAprontis
#GATAWeek23
#BarapiManjuhu
#Kalteng202330
#CookpadCommunity_Borneo
#CookpadCommunity_Kalteng
#CookpadCommunity_PalangkaRaya
Cara Membuat
- 1
Rebus telur dengan secukupnya air dan 1 sdt garam selama 10 menit. Kupas, potong-potong. Sisihkan.
- 2
Sembari menunggu telur matang, rendam jamur kuping dalam air secukupnya.
- 3
Rebus ayam dengan secukupnya air menggunakan api besar. Setelah mendidih, buang air rebusan ayam. Ganti dengan air baru. Tambahkan 1 sdt garam. Rebus kembali selama 5 menit. Angkat, suwir-suwir. Sisihkan. Simpan air rebusan untuk merebus jamur.
- 4
Tiriskan dan cuci jamur. Rebus di dalam air rebusan ayam selama 5 menit. Angkat, tiriskan, iris-iris tipis.
- 5
Rebus wortel hingga matang (bisa ditusuk garpu). Tiriskan, sisihkan.
- 6
Goreng kentang hingga kering dan matang. Tiriskan, sisihkan.
- 7
Haluskan bumbu halus. Tumis di dalam panci hingga harum. Masukkan bumbu aromatik. Tumis kembali hingga harum.
- 8
Lalu masukkan 1,5-2 L air. Tambahkan bawang putih goreng, garam, dan gula. Didihkan, tes rasa. Lalu masukkan tomat dan daun bawang. Masak sebentar, matikan api.
- 9
Ambil secukupnya nasi. Tambahkan ayam, jamur, wortel, kentang, dan telur. Tuang kuah hangat di atasnya. Sajikan segera. Untuk yang suka kuah segar, bisa ditambah air perasan jeruk nipis sebelum dikonsumsi.
Kata kunci
Resep Serupa
Rekomendasi Resep Lainnya













Komentar